Jasa Baby Sitter Jasa Pengasuh Bayi, Jasa Pengasuh Anak, Jasa Perawat Bayi, Jasa Perawat Anak,
Perawat Lansia, Perawat Jompo, Perawat Orang Sakit,
Yayasan Baby Sitter, Penyalur Baby Sitter, Yayasan Penyalur Baby Sitter,

bermain

Yayasan Baby Sitter, Suster Bayi, Pengasuh Bayi, Suster Anak Balita, Pengasuh Anak Balita

BabySitter menurut Etimologi berasal dari kata Bayi Duduk, Merujuk pada kata orang yang Mendudukan Bayi (Menenangkan Bayi). Istilah Baby Sitter tersebut kemudian meluas menjadi istilah umum untuk profesi orang yang mengurus bayi atau merawat bayi.
Di Indonesia Baby Sitter umumnya dipanggil Suster, Merujuk pada istilah kata yang berarti Juru Rawat Wanita. Panggilan Suster atau Zuster (dalam bahasa Belanda) umumnya untuk panggilan perawat di Rumah Sakit. Panggilan Suster lebih umum digunakan untuk panggilan kepada wanita yang berprofesi sebagai perawat. Sedang istilah perawat lebih menekankan kepada profesi atau tugas dari pekerjaan tersebut, Sehingga sekarang kita umumnya menyebut dengan istilah Suster Bayi, Suster Anak, Suster Balita, ataupun Suster Lansia atau Suster Jompo, Atau banyak juga yang menyebutnya dengan istilah Pengasuh Bayi, Pengasuh Anak, atau Pengasuh Balita.
Sebelum para keluarga menggunakan Jasa Baby Sitter Jasa Pengasuh Bayi Jasa Nanny Jasa Pengasuh Anak Jasa PRT atau memilih untuk mempekerjakan asisten pembantu rumah tangga, Sebaiknya para keluarga terlebih dahulu melakukan Interview secara detail sebelumnya kepada calon pekerjanya. Anda sebaiknya secara detail menggali latar belakang dan riwayat hidup Calon Pengasuh Bayi atau Pengasuh Anak yang akan anda pekerjakan.
Pilihlah Baby Sitter Nanny atau Pengasuh Anak Pengasuh Balita yang Sopan, Sabar, Penyayang terhadap anak, dan Jujur. Anak kecil biasanya mempunyai insting yang kuat, dimana kadang kala anak kecil bisa seketika dapat diakrabi oleh calon pengasuhnya.

Beritahu kepada calon pekerja Baby Sitter (Pengasuh Bayi / Pengasuh Anak) anda secara detail dan terperinci tugas-tugas rutin dan tugas-tugas khusus yang harus mereka kerjakan, Sampaikan pula peraturan dan kebiasaan yang berlaku di rumah anda, khususnya mengenai kebiasaan si kecil. Apa-apa saja kesukaan si kecil, Apa-apa saja yang harus dihindari si kecil (misalnya si kecil alergi terhadap makanan tertentu, situasi atau cuaca tertentu, dan lain-lain). Ada anak kecil yang suka makan, Ada anak kecil yang susah makan dan baru mau makan sambil diajak bermain. Beritahu pula jadwal aktifitas rutin sehari-hari si kecil selama ini, dan kebiasaan khusus si kecil yang biasanya hanya anda selaku orang tuanya yang tahu persis kebiasaan-kebiasaan si kecil.
Sampaikan apabila ada peraturan-peraturan khusus yang berlaku di rumah anda, Setiap keluarga mempunyai kebiasaan-kebiasaan dan peraturan yang berbeda. Sampaikan pula apa-apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh pekerja selama tinggal dan bekerja di rumah anda.
Beritahukan pula pada pekerja jadwal penggunaan HP pekerja yang anda ijinkan. Umumnya para majikan membatasi penggunaan HP kepada pekerja dan memberikan ijin jadwal penggunaan HP kepada pekerja dimalam hari setelah rehat bekerja.

Setelah pekerja di rumah keluarga Majikan agar pekerja asisten rumah tangga ART dapat cepat menyesuaikan diri dan dapat cepat beradaptasi selanjutnya kami harapkan pihak majikan juga untuk aktif selalu memberikan arahan-arahan kepada pekerjanya.
Kunci keberhasilan dalam penempatan tenaga kerja asisten pembantu rumah tangga adalah apabila kedua belah pihak yaitu majikan dan pekerja asisten rumah tangga saling merasa nyaman. Dimana keluarga majikan merasa puas dengan pekerjanya dan pekerja juga merasa betah dan nyaman atas sikap-sikap baik dan sikap kekeluargaan dari keluarga majikannya.
Pastinya keluarga Majikan berharap agar para pekerjanya bisa bertahan lama langgeng bekerja di rumah keluarga Majikan. Dari sisi pekerjapun sesungguhnya juga berharap demikian, Pekerja berharap bisa bekerja langgeng di rumah Majikan, Karena bekerja di Majikan baru maka pastinya gaji pekerja asisten rumah tangga akan mulai dari awal gaji standar lagi, tidak akan lebih tinggi dari gaji ditempat bekerjannya sekarang. Bekerja di tempat Majikan baru juga belum tentu keluarga Majikan barunya lebih baik dari keluarga Majikan sebelumnya.

.

Secara umum tugas-tugas pekerja asisten pembantu rumah tangga adalah sebagai berikut :

Tugas Baby Sitter Pengasuh Bayi – Baby sitter merupakan seseorang yang dipekerjakan dan dipercaya untuk merawat anak, menjaga, mengasuh, mengatur menu makan dan minum serta merapikan tempat tidur, tempat bermain dan segala keperluan anak yang diasuhnya. Karena dalam kesehariannya baby sitter akan selalu berkaitan dan menghadapi anak-anak sehingga diharapkan baby sitter harus mempunyai jiwa yang sabar, telaten, cekatan dan tidak mudah emosi. Tugas Pengasuh Bayi yang baik selain menjaga dan mengurus anak yang diasuh juga harus mengetahui secara persis tentang tumbuh kembang anak, cara menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak, cara berkomunikasi, cara bermain dengan anak, menenangkan anak saat rewel dan menangis serta merawat anak ketika sakit. Selain itu baby sitter juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua baby, Seorang Pengasuh Bayi harus senantiasa memberi laporan kepada orang tua sang bayi dan juga harus senantiasa berkonsultasi kepada orang tua sang bayi dalam hal perawatan untuk sang bayi.
Adapun secara terperinci tugas seorang Pengasuh Bayi antara lain :

  1. Tugas baby sitter menjaga kebersihan tubuh bayi
    Untuk menjalankan tugas baby sitter yang baik ini, Seorang Pengasuh Bayi harus memperhatikan dan menerapkan cara yang benar memandikan bayi, Menjaga kebersihan dan kerapian pakaian bayi, dan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk bayi terutama kondisi kamar bayi.
  1. Tugas baby sitter menjaga kebersihan lingkungan bayi
    Untuk menjalankan tugas baby sitter yang baik ini harus menjaga kebersihan kamar bayi, membereskan mainannya, mencuci baju, mensterilkan botol susu, dan yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri anda sendiri karena seorang Pengasuh Bayi harus selama 24 jam akan stand by untuk sang bayi
  1. Tugas baby sitter menjaga kenyamanan dan mencukupi nutrisi bayi
    Untuk menjalankan tugas baby sitter yang baik ini harus pandai berkomunikasi yang baik, memberinya susu saat dia lapar, mengganti popok atau pampes dan pakaian, sering mengajaknya ngobrol, bermain, bercanda, dan membuatnya tersenyum karena meskipun dia belum bisa bicara tetapi bayi memiliki insting yang kuat dengan orang disekitarnya termasuk pengasuh. Baby sitter atau Pengasuh Bayi juga harus pandai menidurkan bayi, menenangkan saat dia menangis, dan merawatnya dalam keadaan sehat maupun sakit.
  1. Tugas baby sitter memantau tumbuh kembang
    Untuk menjalankan tugas baby sitter ini harus memperhatikan jika ada kejanggalan pada setiap perkembangan atau pertumbuhan selama pertambahan usia, baby sitter harus aktif menstimulasi sang bayi dengan mengajaknya ngobrol, bermain, mempraktekkan bahasa tubuh seperti tersenyum, membelai, dll.
  1. Tugas baby sitter saat bayi sakit
    Saat inilah kesabaran dan ketelatenan diuji, karena tugas baby sitter yang anda lakukan harus ekstra perhatian, kasih sayang dan merawatnya hingga sembuh. Seorang Baby Sitter bisa mengkomunikasikan dengan orang tua untuk membawanya menuju klinik terdekat untuk mendapat perawatan.

.

Tugas Nanny Pengasuh Anak – Nanny atau pengasuh anak atau pengasuh balita merupakan seseorang yang bertugas mengasuh balita atau anak secara keseluruhan. Tugas Nanny sama dengan tugas baby sitter, kalau baby sitter mengurusi bayi yang seluruh aktivitasnya tergantung arahan orang tua atau pengasuh bayi karena bayi belum bisa berjalan dan berbicara sendiri sedangkan tugas nanny adalah mengurusi anak balita yang kini sudah mampu beraktivitas sendiri dimana tugas seorang pengasuh anak atau pengasuh balita membantu dan mendampingi segala aktivitas anak balita.
Tugas nanny  yang paling utama adalah mendampingi anak dalam aktivitas sehari-hari misalnya mengerjakan tugas sekolah, mendampinginya belajar, mengajak bermain, dan menanamkan perilaku yang positif dalam pergaulan sehari-hari. Selain itu tugas Pengasuh Anak Balita juga mengontrol pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan anak. Pengasuh Anak Balita juga bertugas mengantar anak sekolah, mengawasi, dan menemani anak bermain menjalankan tugasnya sehari-hari.
Tugas Pengasuh Anak Balita antara lain :

  1. Tugas nanny menjaga kebersihan balita
    Sebagai seorang nanny yang baik harus tepat dalam menjalankan tugas dengan memandikan balita anda dengan bersih. Berikan rasa nyaman dan gunakan air hangat yang akan membuat sang balita nyaman. Secara bertahap latih anak untuk gosok gigi, dan secara bertahap pula latih balita untuk mandi sendiri. Selain itu nanny juga harus menjaga kebersihan rambut dan pakaian balita.
  1. Tugas nanny menjaga kebersihan lingkungan balita
    Tugas seorang nanny yang baik dengan menjaga kebersihan lingkungan balita adalah dengan membersihkan dan merapikan kamar balita, tempat tidur, tempat bermain, mencuci bajunya, merapikan mainannya, mencuci peralatan makan dan minum balita, dan mensterilkan botol susu.
  1. Tugas nanny dengan memenuhi kebutuhan nutrisi balita
    Untuk menjalankan tugas seorang nanny agar balita memiliki pertumbuhan yang baik adalah dengan mencukupi segala nutrisinya, mengatur menu makannya agar supaya balita memberinya makanan yang bergizi, memiliki nafsu makan yang baik, dan menghindari makanan yang membuatnya sakit.
  1. Tugas nanny memberikan edukasi pada balita
    Tugas seorang nanny ini adalah tugas yang paling utama, karena pada tahap tumbuh kembang ini anak akan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan merupakan tahap emas pertumbuhan otak sehingga nanny harus sabar dan telaten menemani anak belajar, mengajari membuat PR, mengantarnya sekolah dan privat dan mendampinginya nonton TV dengan tontonan yang mendidik anak.
  1. Tugas nanny memantau tumbuh kembang balita
    Balita adalah masa pembentukan karakter, kecerdasan dan tumbuh kembang, untuk itu sebagai nanny yang baik harus mengikuti perkembangan anak, mulai dari berat badan, kesehatan, kemampuan, dan prestasi anak di sekolah.
  1. Tugas nanny mendampingi seluruh aktivitas balita
    Tugas seorang nanny yang satu ini adalah mendampingi semua aktivitas yang dilakukan oleh balita seperti menemani saat balita hendak tidur, mendongenginya, menemani saat anak bepergian dll. Selain itu tugas nanny juga melatih anak secara bertahap agar anak bisa mandiri. Misal melatih anak meletakkan sesuatu pada tempatnya, meletakkan dan mengambil baju di lemari dengan rapi dll.
    Kunci menjadi nanny adalah sabar, telaten dan tidak mudah emosi. Pengasuh Anak juga harus pandai menjalin berkomunikasi dengan anak dan orang tua.

.

Perawat Lansia merupakan seseorang yang bertanggungjawab untuk merawat, menjaga, dan mengawasi orang tua atau lansia yang menjadi pasiennya secara keseluruhan mulai dari kebersihan lansia, kebersihan lingkungan, nutrisi lansia, menjaga kesehatan lainsia, memantau obat-obatan dan vitamin, dan mendampingi aktivitas lansia lainnya baik aktivitas yang harus dibantu sebagian maupun seluruhnya.
Sebagai perawat lansia yang baik harus mampu melaksanakan tugas perawat lansia dengan tepat dengan penuh rasa tanggung jawab, sabar, telaten, dan cekatan. Karena orang tua atau lansia sebagian seperti balita besar baik sifatnya yang kadang kekanak-kanakan, kemampuan fisiknya yang lemah, dan daya ingat dan memori dan daya ingatnya yang sudah menurun. Seperti mudah lupa apabila sudah makan bilangnya belum, dan sebagainya
Adapun tugas perawat lansia secara terperinci antara lain:

  1. Tugas perawat lansia untuk menjaga kebersihan pasien
    Seperti yang telah tersurat diatas pengasuh lansia memiliki tugas yang mirip dengan baby sitter, karena lansia sebagian besar aktivitasnya di tempat tidur bahkan BAB, BAK, mandi, makan dll. Untuk itu anda harus menjaga kebersihan pasien untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan lansia. Lansia rawan akan penyakit kulit seperti kulit kering, iritasi, gatal dsb, mandikan pasien dengan bersih beri minyak telon tetapi jangan taburi bedak pada area misal organ vital, rutinkan mengeramasi pasien, memotong kukunya dll.
  1. Tugas perawat lansia untuk menjaga kebersihan lingkungan pasien
    Tugas perawat lansia ini sangat penting karena seperti yang dijelaskan diatas bahwa lansia sebagian besar aktivitas dilakukan dikamar, sehingga anda harus senantiasa menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kerapian. Karena sebagian besar watu anda adalah bersama pasien, gunakan pengharum ruangan jika setelah membersihkan pasien pasca pup.
  1. Tugas perawat lansia memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
    Tugas perawat lansia ini harus dilakukan dengan baik karena menyangkut dengan kebutuhan nutrisi pasien, pilihlah menu yang tepat dan hindari makanan yang mengandung kolesterol, gula berlebih dan garam yang berlebih karena lansia sebagian besar mengidap hipertensi, diabetes, dan stroke dll. Tambahkan buah segar, menu sayuran, dan cukup cairan.
  1. Tugas perawat lansia menjaga kenyamanan pasien
    Tugas perawat lansia ini antara lain mengajak pasien sesekali berjemur saat pagi hari, mengajaknya jalan-jalan atau dengan kursi roda jika memungkinkan, melatihnya senam sederhana, mengompresnya jika demam, memiringkan ke kanan dan ke kiri secara bergantian jika pasien hanya bisa tirah baring untuk menghindari luka lekan atau decubitus.
  1. Tugas perawat lansia menjaga kesehatan pasien
    Tugas perawat lansia ini dengan menggukut tekanan darah, nadi, suhu dan gula darah pasien jika diperlukan. Sehingga jika ada perubahan secara signifikan anda bisa melapor pada keluarga untuk mendapat penanganan dari praktisi kesehatan. Jika memberi obat pasien perhatikan dosis, cara pemberian, waktu pemberian dll untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

.

Tugas Asisten Rumah Tangga – Asisten rumah tangga merupakan pekerjaan yang berat karena bertugas mengurus semua pekerjaan rumah tangga pada keluarga tertentu seperti memasak, mencuci baju dan perlengkapan makan, menjaga kebersihan rumah, dan sebagainya. 
Setiap pekerjaan adalah mulia ketika dikerjakan dengan niat yang ikhlas, tidak merugikan orang lain dan halal. Terlebih tugas asiten rumah tangga merupakan tugas yang berat, karena tidak semua orang bisa melakukannya. Adapun tugas asisten rumah tangga antara lain:

  1. Tugas asisten rumah tangga dalam menyiapkan makan untuk keluarga
    Tugas asisten rumah tangga ini meliputi: berbelanja  mencari bahan makanan untuk di masak, menyiapkan menu masakan, memasak, menyajikan makanan dan minuman, dan belanja bulanan untuk kepentingan rumah tangga keluarga tersebut.
  1. Tugas asisten rumah tangga untuk menjaga kebersihan rumah
    Adapun tugas asisten rumah tangga untuk menjaga kebersihan tersebut antara lain:
    Menyapu lantai agar rumah bersih dari kotoran dan debu
    Mengepel lantai agar rumah bersih dati kotoran dan debu
    Membersihkan perabot rumah
    Membersihkan kaca rumah dan jendela
    Membersihkan dinding dan langit langit dari kotoran dan sarang laba-laba
    Merapikan tempat tidur, perabot, dan ruangan yang ada dalam rumah
    Mencuci piring, gelas, peralatan makan dan peralatan minum
    Mencuci pakaian dan perlengkapan lain seperti spray, selimut, tirai dll
    Menjemur pakaian tersebut, menyetrika dan memasukkan ke lemari
    Membuang sampah rumah ke tempat pembuanga sampah
    Membersihkan halaman dan kebun rumah
    Menguras, membersihkan dan menyikat kamar mandi
    Menjaga kelancaran dan kebersihan selokan disekitar rumah
    Tugas asisten rumah tangga merawat lingkungan sekitar rumah
  1. Tugas asisten rumah tangga untuk merawat anak (Pembantu Serabutan),
    Tugas asisten rumah tangga untuk mengurus anak ini biasanya pada keluarga dengan anak yang sudah bisa melakukan aktivitas sendiri, tugas asisten rumah tangga ini antara lain: menyiapkan makanan/menyuapi anak, mengantar dan jemput anak sekolah, mengajari dan menemani anak saat belajar.

.

Pengasuh Bayi, Pengasuh Anak, Pengasuh Balita, Perawat Bayi, Perawat Anak, Perawat Balita,
SEPUTAR ANAK BALITA

Memotivasi Anak-anak Untuk Selalu Berperilaku Optimis

Pada dasarnya anak-anak balita adalah anak-anak yang optimis dalam berproses untuk mulai menjalani hidup. Anak-anak selalu berpikir bahwa dunia ini amatlah menyenangkan bagi kehidupan mereka karena anak-anak belum bisa memahami dinamika problema kehidupan yang sesungguhnya. Sudah menjadi kewajiban sebagai orang tua untuk selalu menjaga dan mengembangkan sikap optimis positif anak-anak tersebut dengan cara dan langkah diantaranya sebagai berikut :

Selalu Tersenyum
Bagi hampir semua orang menjadi orang tua adalah hal yang sangat menyenangkan. Jika anda merasa menikmati hidup menjadi orang tua, Anak-anakpun juga akan merasakan hal yang sama seperti anda, Anak-anakpun juga akan menikmati hidup menjadi anak anda. Karena itu terus nikmatilah kebersamaan hidup anda dan anak-anak. Biarkan anak-anak tumbuh kembang dengan karakternya masing-masing sehingga anak-anak bisa mengembangkan kepribadiannya yang positif secara alami. Arahkan dan terus support aktifitas anak-anak bila anak-anak berjalan dalam jalur yang baik dan benar, Sehingga anak-anak bisa mengembangkan kepribadiannya sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Anak-anak yang optimis adalah anak-anak yang oleh orang tuanya merasa dicintai, dimengerti, dan bahagia dengan kepribadian dirinya sendiri.
Jika orang tuanya adalah seseorang yang pesimistis, Maka anak-anak akan cenderung mengikuti cara pandang dan cara atau gaya bicara orang tuanya. Maka bila orang tuanya memang seorang yang pesimistis, Tidak ada salahnya untuk melatih diri orang tuanya terlebih dahulu untuk menjadi orang yang selalu bersikap optimisris. Dengan mendidik dan mengarahkan anak-anak agar selalu bersikap optimistis maka sekaligus orang tua juga bisa sambil belajar untuk lebih mendewasakan diri sendiri. Banyak hasil riset menunjukkan bahwa anak-anak diusia dini akan bertingkah laku mengikuti atau sesuai dengan ekspektasi atau arahan dari para orang tua mereka.
Salah satu sikap destruktif yang biasanya dimiliki oleh orang-orang bersikap pesimistis adalah biasanya suka membesar-besarkan masalah yang sebenarnya adalah masalah kecil. 
Bukankah cara mudah dalam mendidik adalah dengan cara memberi contoh yang baik.

Biarkan Jika Anak-anak Sesekali Membuat Kesalahan Kecil
Dikala anak-anak terjebak dalam berbagai suatu kesalahan ataupun masalah, Sebaiknya selaku orang tua jangan langsung ikut inisiatif campur tangan lalu mengambil solusi untuk menyelesaikan masalah anak tersebut. Biarkan anak-anak untuk belajar berpikir terlebih dahulu dan berusaha mencoba untuk mengambil solusi menyelesaikan masalahnya sendiri dulu (trial and error) walaupun kita tahu bahwa opsi tersebut adalah belum tentu yang terbaik, Biarkan anak-anak berusaha menyusun alternatif-alternatif solusi yang akan dia lakukan. Jika anak-anak tidak pernah mengalami kesalahan-kesalahan atau kegagalan-kegagalan dalam proses perjalanan hidupnya, Maka anak-anak tidak akan bisa merasakan atau berada dalam situasi kesulitan yang agak rumit dan anak-anak tidak akan belajar untuk berpikir bagaimana cara atau solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebaiknya anak-anak senantiasa diajarkan dan diarahkan untuk selalu mencoba belajar untuk bisa mengambil solusi dan mengatasi masalahnya sendiri.
Biarkan anak-anak sesekali merasakan situasi emosi yang agak buruk atau menjengkelkan, Selaku orang tua tentunya anda mengharapkan apabila anak-anak selalu dalam keadaan selalu bergembira. Tetapi ada kalanya anak-anak harus belajar untuk menghadapi situasi yang rumit dan situasi yang buruk. Jangan terus selalu melindungi anak-anak secara berlebihan dari hal tersebut. Bila ada situasi kondisi atau keadaan yang membuat anak-anak jengkel sedih atau marah, Biarkan anak-anak (dalam pendampingan orang tua) bisa merasakan kesedihan dan menahan amarah sehingga anak-anak memiliki pengalaman dalam proses hidupnya dan belajar untuk tahu bagaimana mencari solusi mengatasi masalah dan mengelola perasaan yang tidak enak.

Cari Tahu Minat Bakat dan Keahlian Anak-anak
Anak-anak biasanya memiliki banyak sifat-sifat keingintahuan yang tinggi atau ingin mempelajari sesuatu yang dianggapnya baru. Merupakan tugas para orang tua untuk membantu anak-anak untuk mencari tahu dan menggali hal-hal baru positif yang menjadi minat atau bakat anak-anak. Jika misalkan anak-anak suka melukis atau olah raga, Selaku orang tua anda bisa mendukungnya misalnya untuk ikut kursus melukis atau lomba-lomba melukis. Dukungan orang tua dalam melakukan aktifitas yang anak-anak minati akan membuat anak-anak merasa jati dirinya dapat diterima. Ketika anak-anak mengikuti perlombaan pada bidang tertentu yang mereka minati, Apalagi kemungkinan mereka bisa untuk menang, Maka aktifitas tersebut akan membawa dan menumbuhkan kepercayaan diri yang lebih dan sikap yang optimis pada anak-anak.

Pujian Disaat Yang Tepat dan Pujian Kritikan Yang Membangun
Anak-anak harus benar-benar berhasil atau mencapai sesuatu prestasi positif untuk bisa mendapatkan point-point pujian. Memberikan pujian-pujian untuk anak-anak adalah sesuatu hal yang baik dan bersifat suportif dan konstruktif bagi anak-anak. Akan tetapi apabila orang tua terlalu sering atau terlalu mudah dalam memberikan pujian akhirnya pujian-pujian tersebut akan terdengar hanya seperti kalimat biasa sehari-hari dan bukan sesuatu hal yang khusus atau memiliki nilai point positif yang pantas diperjuangkan oleh anak-anak.
Orang tua bisa memancing jiwa keberanian anak-anak agar bersikap gentleman dan berjiwa ksatria atas kesalahannya dengan menyampaikan kekurangan atau kesalahannya agar anak-anak tertantang untuk terus memperbaiki dirinya. Namun atas segala kritik dan saran atau pujian kuncinya adalah cara penyampaiannya suapay baik dan tidak memojokan kesalahan anak. Para orang tua bisa menunjukkan apa kekurangan kesalahannya atau dapat juga menunjukkan siapa yang salah. Cara penyampaian yang kosntruktif adalah menunjukkan apa siapa dan dimana yang salah dan solusi-solusi apa yang bisa anak-anak lakukan untuk memperbaiki kesalahannya (Problem Solving).

.

Masa Pertumbuhan Anak Usia 0-1 Tahun

Masa Pertumbuhan Anak Usia 0-1 tahun  – Sebagai orang tua pastinya anda akan melakukan apapun untuk si buah hati agar bisa tumbuh dan berkembang secara sempurna. Anda akan memberinya cukup nutrisi baik dari ASI yang ditunjang dengan susu formula maupun makanan pendamping ASI, mainan yang berfungsi melatih saraf sensorik dan motorik agar berjalan dengan seiringan sehingga tahap emas masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun bisa dilewati dengan hasil cemerlang.

Bayi dengan masa pertumbuhan biasanya masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun yang dialami anak satu dengan lainnya umumnya tidak berbeda jauh, kecuali ada penyebab lain seperti penyakit yang menyebabkan pertumbuhan anak tersebut terganggu sehingga pertumbuhannya berjalan dengan lambat.

Untuk tahap emas masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun khususnya usia 0-3 bulan anak biasanya akan meningkat dalam hal ketajaman visual yang ditunjukkan saat anda menatap, mencium, maupun memeluknya dengan kasih sayang, maka di masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun ini si kecil akan membalas tatapan tersebut seakan mengerti dan merasakan kasih sayang yang anda curahkan, dan anak mulai bisa menggenggam tangan serta menggapai jari yang kita ulurkan.

Usia 3-4 bulan dalam rentang masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun anak akan  mulai tertarik dengan keadaan atau situasi lingkungan sekelilingnya, Anak akan mulai bisa melihat hal lain yang sedikit jauh darinya, saat menangis anak akan lebih mudah untuk ditenangkan, Anak sudah mulai menikmati permainan seperti ciluk ba, anak mulai senang memasukkan jari jemarinya atau memasukan benda ke mulutnya, serta anak mulai ketawa atau tersenyum melihat bayangannya sendiri di cermin.

Untuk usia 4-6 bulan dalam rentang masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun anak mulai mulai mampu meningkatkan kemampuan dirinya untuk mengontrol gerak dari anggota tubuhnya. Masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun ini mulai ditandai dengan sering menggerak-gerakkan kakinya sendiri seperti menendang, tangannya yang seakan ingin meraih sesuatu benda atau obyek dan anak senang memegang dan menarik benda- benda di sekitarnya.

Usia 6-9 bulan dalam rentang masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun anak sudah mulai bisa untuk posisi duduk serta merangkak. Saat ia telah mampu duduk ia akan mengamati keadaan sekelilingnya, Senang memasukkan jarinya ke obyek lubang tertentu dan mulai menggapai memegang menarik benda apapun yang bisa dijangkaunya kemudian setelah merasa bosan ia akan kembali merangkak beranjak menuju tempat lain atau posisi yang terdapat hal menarik menurutnya.

Untuk usia 9-12 bulan dalam rentang masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun anak mulai mampu berdiri dan berjalan menuju suatu obyek atau hal yang menarik si kecil, Anak mulai mampu menjatuhkan dan memungut barang yang jatuh menggunakan jari telunjuk dan ibu jari atau genggaman tangannya, Bahkan anak juga senang diajak bermain-main dengan menjatuhkan lalu memungut barang itu kembali serta menyukai menggambar dan mencoret coret dengan pensil maupun alat tulis lainnya.

Demikian informasi seputar masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun yang perlu ibu dan orang tua si kecil ketahui. Untuk mendukung masa pertumbuhan anak usia 0-1 tahun sebaiknya anda senantiasa mengawasi dan menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman dengan menjauhkan anak dari benda berbahaya seperti obat serangga, parfum, benda tajam yang beresiko melukai atau ditelan oleh anak.

Masa Pertumbuhan Anak Usia 2 Tahun

Masa Pertumbuhan Anak Usia 2 tahun – Bagi sebagian orang tua masa pertumbuhan anak usia 2 tahun dalam perawatannya sedikit lebih ringan karena anak telah mampu berjalan dan berlari sendiri. Akan tetapi dalam hal pengawasan masa pertumbuhan anak usia dua tahun jauh lebih repot karena anak sangat aktif dan memiliki keingintahuan yangsangat tinggi serta memiliki resiko atau terbentur jatuh lebih sering akibat kurangnya kehati-hatian sang anak saat bermain.

Adapun perkembangan ketika masa pertumbuhan anak usia 2 tahun antara lain:

Perilaku yang responsif
Saat masa pertumbuhan anak usia 2 tahun tercapai anak telah memiliki perilaku yang lebih responsif terhadap lingkungan sekitarnya,  Anak juga memiliki rasa keingin tahuan terhadap hal-hal baru yang sangat tinggi, Anak mulai bermain dan berlari kejar-kejaran kesana kemari berkejaran dengan teman-teman sebayanya, Anak senang memanjat kursi sofa tangga dan lainnya. sehingga pada masa pertumbuhan anak usia 2 tahun sebagai orang tua anda harus senantiasa untuk lebih fokus mengawasi sang anak dari bahaya, melindungi dari resiko jatuh atau terbentur.

Panca Indra mereka telah aktif
Pada masa pertumbuhan anak usia 2 tahun semua panca indra telah aktif bahkan anak telah mampu mengenali wajah ayah, ibu, dan orang disekitar anak yang dilihatnya setiap hari, sehingga anak akan menangis saat digendong atau didekati atau diajak berbicara oleh orang yang tidak dikenalnya atau orang asing yang tidak familier bagi si kecil dan akan berhenti menangis saat digendong kembali oleh orang yang dikenalnya

Pendengaran telah berfungsi sempurna
Pada masa pertumbuhan anak usia 2 tahun indera pendengaran anak juga mulai berfungsi sangat sempurna meskipun otak si kecil belum mengerti dan mengolah kata-kata yang mereka dengar. Oleh karena itu saat masa pertumbuhan anak usia 2 tahun telah tercapai hindarkan anak dari mendengar kata-kata buruk berunsur negatif dan bahasa jelek agar tidak ditirukan oleh sang anak.

Mulai bisa mengenal suara ,
Masa pertumbuhan anak usia 2 tahun anak telah mulai hafal dan mengenali suara orang yang sering ada disekitarnya seperti orang tua, kakek, nenek, atau sang kakak dan pengasuhnya sehingga sang anak akan menoleh saat orang tersebut memanggil nama sang anak, indra pengucap anak juga mulai berfungsi dengan baik meskipun belum mampu menyusun suatu kalimat atau mengucapkan kata-kata dengan tepat atau masih cadel.

Dalam masa pertumbuhan anak usia 2 tahun ini orang tua dan orang sekitar memiliki andil yang besar selama masa pertumbuhan dan masa perkembangan anak, cara terbaik untuk merawat anak pada masa pertumbuhan anak usia 2 tahun adalah dengan meluangkan banyak waktu untuknya dengan memberi kasih sayang, mengawasi, memberikan ajaran dan pengarahan dan kebiasaan-kebiasaan yang baik sejak kecil.

Masa Pertumbuhan Anak Usia 3 Tahun

Masa pertumbuhan anak usia 3 tahun – Bagi anda orang tua yang memiliki balita dengan masa pertumbuhan anak usia 3 tahun maka anda perlu belajar banyak kesabaran. Karena anak dengan masa pertumbuhan anak usia 3 tahun memiliki rasa ingin tahu yang cukup kuat. Sehingga terkadang keinginan anak dan orang tua saling bertentangan atau bersebrangan yang mengakibatkan pemberontakan anak akibat keinginan yang tidak terwujud dengan sikap anak yang menangis kencang sejadi-jadinya.

Dalam masa ini anda mulai bisa menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik yang anda ajarkan seperti naik sepeda roda tiga, mengenakan baju sendiri, makan sendiri, membuka pintu dan menutup pintu. Selain itu pada masa pertumbuhan ini anak sudah mulai dapat untuk mengenali dan menyebutkan nama-nama benda, nama-nama orang atau gambar, Anak sudah dapat untuk belajar menggambar, belajar bermain menendang bola, belajar menghafal angka, menghapal doa-doapendek, mengenal warna.

Pada masa pertumbuhan anak usia 3 tahun ini juga anak telah bisa bermain imajinasi dengan benda atau mainannya seolah-olah bergerak seperti aslinya seperti saat bermain mobil anak menggerakkannya sambil menirukan bunyi mobil tersebut ngeng . . . ngeeng. Selain itu dalam masa pertumbuhan anak usia 3 tahun anak juga telah suka bermain bersama teman sebayanya walau lucunya nantinya sering bertengkar akibat berbeda pendapat maupun berebut sesuatu.

Pada masa pertumbuhan anak usia 3 tahun ini juga anak mulai memiliki beberapa teman dekat dari lingkungan rumah sekolah maupun lingkungan keluarga besar, dan menganggap semua orang itu sama meskipun berbeda usia, besar atau kecil, tua atau mudanya sehingga kadang suka mengundang kelucuan-kelucuan tersendiri atas ucapan yang keluar dari mulut mungilnya.

Selain itu pada masa pertumbuhan anak usia tahun ini juga anak mulai sering bertanya, sering banyak bicara, sering berkata ini itu, dan sering mengoceh sendiri. Pada masa pertumbuhan anak usia 3 tahun ini juga telah memiliki hapalan perbendaharaan kosa kata yang banyak sehingga mampu membuat kalimat lebih dari dua kata misalnya: nanti habis mandi kita bermain mobil. Pada masa pertumbuhan anak usia 3 tahun anak mulai pandai melatih kemampuan serta lebih mampu berhati-hati terhadap bahaya.

Anak anda kini telah mampu menyelesaikan masalah sederhana yang dia hadapi pada masa pertumbuhan anak usia 3 tahun, anak juga telah memiliki ingatan yang baik dan tajam terhadap suatu kejadian yang telah terjadi sehingga anak mulai pandai bercerita misalnya setelah diajak pergi kesuatu tempat atau acara, anak sudah dapat mengingat ada apa saja, atau membeli apa saja anak mampu mendeskripsikan dan mengingat semua kejadian yang dialaminya.

Balita dalam masa pertumbuhan anak usia 3 tahun juga telah mampu mengekspresikan kasih sayang dan cintanya terhadap orang yang telah berjasa kepadanya walaupun dengan hal-hal kecil. Misalnya setelah anak dibelikan sesuatu seperti mainan anak akan mengucap terimakasih dan merasa senang atas pemberian tersebut atau mencium pipi orang tersebut saat diminta mencium.

Tingkatkan terus kasih sayang dan kesabaran, dan kehati-hatian terhadap anak karena meskipun balita yang dalam masa pertumbuhan anak usia 3 tahun tersebut telah mulai bisa menjaga dirinya sendiri dari potensi bahaya, Namun tetap harus dalam pengawasan yang ketat dari orang tua.

Masa Pertumbuhan Anak Usia 4 Tahun

Memasuki masa pertumbuhan anak usia 4 tahun merupakan rangkaian masa usia setelah usia 3 tahun dimana anak sudah memiliki rasa keingintahuan yang tinggi atas segala hal. Anak pada masa pertumbuhan usia 4 tahun juga lebih banyak bertanya dan berbicara tentang segala hal yang ingin anak ketahui dari usia sebelumnya. Hal ini pastinya akan menguji kesabaran, emosional, serta mental sang ayah, ibu atau orang terdekat sehingga menjadi tantangan dalam mendidik anak dimana anak selalu ingin tahu hal yang baru setiap harinya.

Akan tetapi masa pertumbuhan anak usia 4 tahun berbeda antara anak satu dengan lainnya, Anak pada masa pertumbuhan ini senang untuk memperlihatkan sesuatu yang sang anak rasa mampu ia lakukan, Anak juga terlihat lebih senang saat diberikan pujian, Selain itu anak juga sudah dapat menyampaikan secara langsung mengungkapkan perasaan hati baik nyaman maupun tidak atas kejadian yang dialaminya.

Kemampuan sang anak untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri akan mulai lebih terlihat pada anak dengan masa pertumbuhan anak usia 4 tahun, Sang anak telah mulai dapat melakukan sebagian besar aktivitas sehari-harinya secara mandiri dari yang sebelumnya dibantu seperti menggosok gigi, mengenakan pakaian, memakai dan melepaskan sepatu, menyalakan atau mematikan televisi atau lampu dan sebagainya.

Dalam kesehariannya anak dengan masa pertumbuhan anak usia 4 tahun akan cenderung menuntut segala sesuatu sekehendak hatinya, Minta diambilkan ini itu atau memaksa untuk dibelikan mainan, jajan ini dan itu. Akan tetapi anak dalam masa pertumbuhan anak usia 4 tahun juga sudah memiliki semangat yang tinggi untuk diajak bekerja sama seperti membereskan mainannya, Membantu membawakan suatu benda, Mau jika dimintai tolong untuk mengambilkan sebuah benda yang berada dekat sang anak serta sang anak telah memiliki ide-ide yang imajinatif.

Jangan kaget jika saat masa pertumbuhan anak usia 4 tahun karena terkadang ia sesekali berperilaku tidak sopan, membantah, membangkang, atau tidak mau menurut. Bersabarlah dalam menghadapi balita dengan masa pertumbuhan anak usia 4 tahun ini karena semakin anda menunjukkan reaksi emosional, maka sang anak akan semakin melakukan tindakan reaktif yang buruk.

Ketika masa pertumbuhan anak usia 4 tahun, Sang anak akan mulai memiliki sahabat dekat baik dilingkungan rumah maupun lingkungan keluarga, perasaan ingin disenangi, dan keinginan menyenangkan sahabatnya tersebut dengan cara berbagi atau memberi. Namun sang anak mempunyai rasa yang mana ia akan beranggapan bahwa segala sesuatu yang ada itu adalah kepunyaannya, Balita dalam masa pertumbuhan anak usia 4 tahun juga telah mengerti akan sifat rasa simpati saat orang disekitarnya berada dalam kondisi kesedihan.

Anak mulai memperlihatkan bakat dan tertarik pada dunia tari, acting, bernyanyi, melukis, model, olah raga,membangun sesuatu, menggambar, bermain bola dll. Balita dalam masa pertumbuhan anak usia 4 tahun juga mulai melakukan gerakan atau aktifitas menantang seperti memanjat, melompat, jungkir balik, bahkan melontar.

Sebagai orang tua yang baik hendaklah untuk selalu bersabar dengan mengajarkan sesuatu yang baik dalam mendidik anak, mendampingi anak mengembangkan kreativitasnya, mengajarkan anak untuk berbuat baik kepada teman-temannya, ajak anak ke wahana edukatif seperti museum, fasilitas olah raga, dan kebun binatang, Jika sekiranya anak bersalah berikan penjelasan atas kekhilafannya jangan langsung marah, atau memberikan sanksi atau hukuman, jika terpaksa memberi sanksi berikanlah sangsi atau hukuman yang mendidik tanpa harus menyakiti hati sang anak. 

Masa Pertumbuhan Anak Usia 5 Tahun

Masa Pertumbuhan Anak usia 5 Tahun – Ketika anak mulai menginjak usia 5 tahun maka ingatan memory jangka pendek maupun jangka panjang dimasa pertumbuhan usia ini telah berkembang sangat pesat dan semakin sangat bagus sehingga harus ditunjang dengan pendidikan saat di sekolah untuk mengembangkan bakat akademisnya serta sang anak mulai melatih cara bersosialisasi dengan teman-teman sebaya maupun interaksi dengan gurunya. Umumnya anak usia 5 tahun mulai senang untuk belajar membaca, belajar mendongeng, Karena itu hendaknya para orangtua senantiasa memberi motivasi kepada anak untuk terus bersemangat dalam bermain dan dalam mencari tahu apa yang belum sang anak mengerti sehingga dukungan untuk sang anak dari orang dan lingkungan sekitar sangatlah diperlukan.

Anak usia 5 tahun sudah mulai mampu menggali bakat dalam bidang akademis
Perkembangan anak usia 5 tahun tidak hanya meningkat dalam hal fisik dan pemahaman namun juga peningkatan ketertarikan dalam hal akan huruf, berhitung, angka, membaca, menggambar, melukis, dan menulis. Mereka akan semakin lebih aktif komunikatif, Jadi pastikan bunda selalu mendengarkan ketika sang anak mengajak berbicara atau banyak bertanya. Dimasa inilah pengenalan seperti mengenal kombinasi warna, kombinasi huruf, berhitung dan lain-lain akan sangat membantu sang anak khususnya ketika sang anak memasuki dunia sekolah. Meskipun anak usia 5 tahun memiliki tahapan perkembangan yang sangat baik, namun bunda juga harus tetap sering mengajak anak berinteraksi mengajaknya berbicara untuk memancing seberapa banyak pemahaman atas apa yang bunda ajarkan.

Ajari segala hal untuk anak usia 5 tahun
Anak usia 5 tahun sang anak sudah mulai mengenal sekolah sehingga harus mengenali untuk menolak perbuatan orang dewasa yang membuatnya tidak nyaman. Banyaknya kekerasan fisik dan kekerasan seksual pada anak saat ini pastinya sangat mengganggu fikiran dan membuat bunda makin khawatir. Karena itulah memberikan pemahaman kepada sang anak sejak dini berguna untuk mengantisipasi hal buruk dilingkungannya. 
Anak usia 5 tahun juga akan mulai bertanya tentang segala sesuatu hal yang sang anak ingin ketahui yang mungkin jauh dari perkiraan bunda. Jawablah yang ditanyakan anak dengan bahasa sederhana yang bisa dimenerti sang anak, beritahu dengan bahasa sederhana yang logis namun pahami anak. Ajarkan anak dalam masa pertumbuhan anak usia 5 tahun untuk berbuat baik pada semua orang terutama belajar menghormati orang yang lebih tua atau lebih dewasa, Ajari pula batasan perilaku yang jelas antara yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak.

Anak usia 5 tahun sudah mulai bisa melakukan aktifitas rutin secara mandiri
Ketika menginjak usia 5 tahun, anak mulai semakin percaya diri dan mulai sanggup mengekspresikan perasaannya akan segala sesuatu hal yang dialaminya semisal sang anak mengalami kesulitan dalam berbagai hal tertentu. Karena tingkat kepercayaan dirinya yang sudah cukup tinggi serta memiliki kemampuan pemahaman akan beberapa hal yang diajarkan pada masa-masa sebelumnya, Dimasa ini anak akan mulai mampu untuk dapat melakukan aktivitas secara mandiri. Segala aktivitas rutin sehari-hari seperti makan, berpakaian, mengenakan sepatu, BAB BAK mandi merupakan aktivitas harian rutin yang mulai mereka mampu lakukan dan kerjakan sendiri.

Jadi jangan khawatirkan dan terus bimbinglah jika si kecil mulai untuk melakukan segala hal sendiri, Terus berilah dorongan dan motivasi agar sang anak bisa cepat mandiri.

Perhatikan pola perkembangan yang tidak normal pada anak usia 5 tahun
Jika anak dengan masa pertumbuhan anak usia 5 tahun menunjukkan beberapa kejanggalan dalam tumbuh kembang seperti: pemalu, pesimistis, agresif, sulit bergaul atau sulit bersosialisasi dengan orang dilingkungan sekitar, Anak lebih asyik dengan dunianya sendiri, tidak mampu melaksanakan perintah orangtua secara tepat, Anak sulit berpisah dengan orang tua tanpa alasan yang jelas, Atau anak menunjukan gejala hal lain yang negatif yang tidak lazim maka segera bawa anak dengan masa pertumbuhan anak usia 5 tahun ke psikolog untuk menggali latar belakang kenapa anak mengalami gejala seperti itu..

.

Penyalur Baby Sitter, Penyalur Nanny,

Perkembangan Pendidikan Anak Usia 0-3 Tahun di Rumah

Pendidikan anak pertama kali adalah pendidikan di rumah dan sekitar lingkungan rumah dengan orang tua dan orang sekitar sebagai guru sekaligus yang biasanya akan dijadikan anak sebagai sosok figur yang akan mereka contoh. Keberhasilan perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun di rumah  akan sangat mempengaruhi pendidikan anak selanjutnya di sekolah atau diluar rumah. Untuk itu bunda sebagai sosok yang ditiru oleh sang anak harus mengetahui perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun di rumah.

Perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun di rumah antara lain:

  1. Anak usia 0-3 bulan distimulasi perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun dengan memperkenalkan benda yang berwarna mencolok, suara tertentu, melatih memegang mainan, membolak balikkan badan.
  2. Anak usia 3-6 bulan saat sang anak telah mulai mampu tengkurap dan mulai mengangkat kepala 900 mulai menggapai benda sekitar, mulai duduk dan mulai memegangi tangannya sendiri maka stimulasi perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun dengan membantunya tengkurap, membantu membalikkan badan, membantu duduk dan memperlihatkan wajahnya pada cermin.
  3. Anak usia 6-9 bulan saat sang anak telah bisa duduk, bisa merangkak, bisa belajar berdiri memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain, bisa tepuk tangan dan bisa makan sesuatu sendiri stimulasi perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun dengan mengajaknya bermain pok ame ame, cilukba, salaman, tepuk tangan, melatih duduk, berdiri dan memberikan makanan kepada bayi.
  4. Anak usia 9-12 bulan saat anak mulai mampu untuk berdiri, mampu berpegangan sesuatu, mampu berjalan dengan ditatih, mampu memasukkan benda ke mulut dan mampu berinteraksi dengan lingkungan, Stimulasi perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun dengan mulai melatihnya berjalan, bermain bola, meminum dari gelas, dan memasukkan mainan kedalam sebuah wadah.
  5. Anak usia 12-18 bulan saat sudah mampu berdiri tanpa pegangan, sudah mampu menunduk untuk mengambil sesuatu, sudah mampu berjalan mundur beberapa langkah, mampu naik tangga, mampu menumpuk mainan berbentuk kubus, mampu memegang alat tulis, Maka stimulasi perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun adalah dengan memberikannya mainan berbentuk kubus untuk ditumpuk, Bermain puzzle yang sederhana, Menggambar atau mewarnai pada selembar kertas.
  6. Anak usia 18-24 bulan saat anak sudah mampu untuk berjalan sendiri, mampu untuk melambai, mampu untuk tepuk tangan, mampu untuk mengambil benda dengan jari telunjuk dan jempol, belajar minum dan makan sendiri, mampu bermain menggelndingkan dan melempar bola menendang bola dan mampu memegang alat tulis, Stimulasi perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun dengan melatih anak untuk bisa minum dan bisa makan sendiri, Melatih mengenakan baju dan celana sendiri, menggambar sebuah garis. 
  7. Anak usia 24-36 bulan mulai mampu menendang bola sendiri, mampu mencopot pakaian sendiri, mulai mencorat coret pada kertas, bisa naik tangga, Maka stimulasi perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun dengan melatih sang anak untuk makan minum dan mengenakan pakaian sendiri, Belajar menggambar, Serta bermain bola bersama teman-temannya.

Demikian informasi tentang perkembangan pendidikan anak usia 0-3 tahun di Rumah. Untuk meningkatkan kemampuan anak memang bunda harus selalu aktif harus senantiasa distimulasi perkembangan pendidikan anaka usia 0-3 tahun di rumah. Semoga bermanfaat untuk bunda dalam mengemban amana sebagai guru bagi si buah hati di rumah.

.

Perkembangan Pendidikan Anak Usia 3-4 Tahun Di Play Group

Berbahagialah bunda karena kini si kecil telah beranjak besar dan sudah waktunya untuk mulai bersekolah di kelompok bermain atau Playgroup. Ada berbagai keuntungan saat bunda memasukkan sang anak ke Playgroup meskipun bunda kini harus merelakan sebagian waktu sang anak belajar dan bermain di sekolah tanpa naungan bunda. Namun bunda jangan khawatir karena masa ini adalah merupakan bagian dari tahap perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di Play Group. Adapun fase perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di play group antara lain:

  1. Menjalin hubungan baik antara si kecil dengan guru
    Untuk melatih perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di Play Group, Ajaklah anak menuju sekolah barunya, kenalkan anak pada guru-gurunya, serta ajarkanlah anak untuk dapat mendengarkan dan memperhatikan instruksi gurunya di sekolah. Dengan begitu akan selanjutnya akan mempermudah proses pembelajaran anak agar berjalan lebih efektif.
  1. Melatih interaksi dengan teman sebayanya
    Untuk melatih perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di Play Group, Bunda bisa menjalin hubungan baik dengan orang tua murid lain untuk membuat sang anak akrab dengan teman-teman lainnyadi sekolah, Ajarkan anak untuk dapat berinteraksi secara baik dengan kawan sebayanya, Ajari anak cara teknik komunikasi yang bagus, cara berbagi, cara mengatur emosi dan cara berperilaku dengan orang lain. Hal ini bertujuan untuk mulai melatih perkembangan ketrampilan sosial sang anak.
  1. Belajar dengan bermain di playgroup
    Berikan anak mainan dan permainan yang edukatif untuk menstimulasi perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di Play Group, Selain itu mainan dan permainan yang edukatif dapat meningkatkan perkembangan pendidikan anak di Play Group. Ajarkan anak beberapa permainan kelompok yang dapat ia mainkan bersama kawannya seperti petak umpet, bermain bola, puzzle. Karena bermain secara berkelompok ini mampu mendongkrak kreatifitas dan problem solfing anak, Dan dapat juga melatih anak mengekspresikan dirinya serta membuat mereka mulai terbiasa berinteraksi dengan teman.
  1. Perkembangan Pendidikan Anak di Play Group Dengan Belajar Calistung
    Bunda, bekali anda dengan melatih anak berhitung, menulis, dan mengeja huruf akan sangat membantu anak untuk mampu menyerap pelajaran calistung atau baca, tulis, dan hitung pada anak. Bunda bisa menstimulasi perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di Play Group dengan memutar film video belajar angka, belajar berhitung, dan belajar mengeja huruf untuk anak, selain itu untuk meningkatkan perkembangan pendidikan anak bunda bisa memasang poster -poster bertema edukatif untuk sang anak.
  1. Belajar di rumah mata pelajaran yang telah diajarkan di sekolah
    Anak kini telah sangat banyak menyerap pelajaran baik dari para guru, Dari interaksi saat bermain dengan teman sebaya, dan dari bunda, Sehingga anak harus senantiasa dimonitor perkembangannya. Untuk menstimulasi perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di Play Group bunda harus memonitornya dengan membuatkan jadwal belajar dirumah dengan mereview atau mengulang materi pelajaran yang telah ia terima di Play Groupnya.

Demikian informasi tentang perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di Play Group semoga bermanfaat untuk bunda. Semangat untuk memberikan edukasi terbaik demi perkembangan pendidikan anak usia 3-4 tahun di Play Group yang lebih baik demi kemajuan anak.

.

Perkembangan Pendidikan Anak Usia 4-5 Tahun Di TK

Taman Kanak-Kanak merupakan tempat edukasi si kecil sebagai bekal sebelum menuju Sekolah Dasar. Usia rata-rata anak memasuki Taman Kanak-Kanak adalah 4-5 tahun, Untuk lulus dari TK dibutuhkan waktu 2 tahun dengan jenjang pendidikan TK nol kecil selama 1 tahun dan TK nol besar selama 1 tahun. Sehingga diharapkan perkembangan pendidikan pada anak usia 4-5 tahun selama belajar di TK telah dapat menguasai pelajaran dasar sebelum menuju Sekolah Dasar.

Adapun tahap perkembangan pendidikan anak usia 4-5 tahun di TK antara lain:

  1. Anak akan menjalin hubungan yang baik antara teman-temannya dan guru
    Jika sebelumnya anak di Play Group anak sudah diajarkan oleh guru tertentu, masa perkembangan pendidikan anak di TK anak akan sudah mulai beradaptasi dengan guru yang baru. Mengantar anak saat masuk sekolah pertama kali sangat lah bermanfaat untuk perkembangan pendidikan anak karena dapat memberi support kepada anak untuk dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru di sekolah.
  1. Anak akan berusaha menyesuaikan diri dengan teman baru
    Tahap perkembangan pendidikan anak usia 4-5 tahun di TK ini, anak akan mulai mendapat teman baru dengan perilaku  dan kebiasaan masing-masing anak yang baru dan pola dari aktivitas belajar yang sedikit berbeda dar sebelumnya.
  1. Mengembangkan ketrampilan dasar seperti membaca, menulis dan berhitung
    Pada perkembangan pendidikan anak usia 4-5 tahun di TK ini anak telah mampu untuk membaca dengan mengeja, berhitung sederhana dengan jari atau menggunakan sempoa, menulis kata-kata sederhana tertentu misal namanya, menggambar sederhana seperti rumah rumah mobil dan sebagainya,
  1. Anak memulai mengembangkan peran sosial yang tepat sebagai pria dan wanita
    Pada perkembangan pendidikan anak usia 4-5 tahun di TK ini anak akan mulai mengetahui peran masing-masing di lingkungannya, mereka akan bertingkah laku selayaknya orang dewasa dalam permainannya seperti anak perempuan akan bermain rumah-rumahan, boneka yang dianggap sebagai anaknya, dokter-dokteran, memasak selayaknya jadi ibu dan peran lainnya. Sedang sebagai pria anak akan berperan jadi tokoh idola seperi superhero, menaiki mobil atau motor dan lain lain.
  1. Mempelajari keterampilan fisik untuk permainan tertentu
    Dalam perkembangan pendidikan anak banyak permainan edukatif di TK yang akan dilakukan oleh anak dengan peran dan peraturan tertentu dalam permainan tersebut, sehingga keterampilan fisik anak akan mulai terlatih secara bertahap.
  1. Membentuk sikap yang baik dan mengenal dirinya sebagai makhluk yang mulai tumbuh
    Dalam perkembangan pendidikan anak usia 4-5 tahun di TK ini anak akan mulai menyadari bahwa dirinya membutuhkan sarana pembelajaran untuk bekal saat tumbuh menjadi dewasa. Perkembangan pendidikan anak TK ini, anak tidak akan menolak untuk masuk sekolah atau TPA meskipun terkadang ada hasrat untuk membolos karena malas ke sekolah.
  1. Anak akan mulai menguasai ilmu dasar keagamaan
    Dalam perkembangan pendidikan anak usia 4-5 tahun di TK anak telah mampu menghafal dan mempraktekkan doa-doa sehari-hari, bacaan sholat, memahami dosa dan pahala, surga dan neraka secara sederhana.

Demikian informasi tentang perkembangan pendidikan anak usia 4-5 tahun di TK umumnya. 

.

Perkembangan Pendidikan Anak Usia 6-13 Tahun Di SD

Sekolah Dasar merupakan tingkatan sekolah pendidikan formal yang pertama. Kini anak sudah lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah belajar dan bermain dengan teman sebayanya di sekolah. Namun di Sekolah Dasar anak juga akan mengalami masa perkembangan pendidikan anak usia 6-13 tahun yang mungkin akan beragam antara anak satu dan anak lainnya, Namun secara umum fase perkembangan pendidikan anak antara usia 6-13 tahun di Sekolah Dasar adalah berikut :

  1. Sangat senang bergerak dengan energik
    Pada perkembangan awal pendidikan anak usia SD, anak biasanya hanya bisa duduk dengan tenang di kelas sebentar, mereka lebih suka bergerak dengan memainkan sesuatu yang menarik perhatiannya, bergurau dengan teman, dan energik dalam melakukan aktivitasdi sekolah.
  1. Ketrampilan fisik anak untuk aktifitas permainan mulai terbentuk
    Perkembangan pendidikan anak usia SD ini mulai mempunyai ketrampilan fisik seperti : menendang, melempar, dan menangkap sesuatu obyek yang akan terus semakin berkembang secara lebih baik terlebih jika didukung dengan solidaritas dan teamwork dengan teman sebaya yang bagus.
  1. Belajar bersosialisasi dan bekerja sama teamwork dengan teman sebaya
    Perkembangan pendidikan anak SD ini anak mulai scara bertahap tidak bergantung pada lingkungan keluarga. Anak mulai belajar memperlakukan kawan main secara bersahabat, tidak saling menyakiti, dan lebih mengerti arti kebersamaan dan berbagi.
  1. Sangat suka bermain
    Bermain sangat disukai oleh anak dengan masa perkembangan pendidikan anak usia 6-13 tahun di SD terutama kelas 1-3. Anak-anak akan merasa begitu gembira dengan dunia bermain sambil belajar terutama disela pelajaran berlangsung.
  1. Suka melakukan belajar kelompok teamword
    Pada masa perkembangan pendidikan anak SD ini, anak mulai lebih intens untuk bersosialisasi, dengan bergaul dengan kawan mereka akan lebih mudah mempelajari segala hal, bekerja sama, bersaing secara sehat, dan setia kawan.
  1. Lebih suka melakukan segala sesuatu secara langsung
    Pada perkembangan pendidikan anak usia SD, Anak sudah memiliki kemampuan yang baik dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh para guru, Terutama pada pelajaran yang dipraktekkan sambil bermain di kelas secara langsung interaktif  saat belajar seperti : membaca, menulis, menyanyi atau menggambar.
  1. Ketrampilan membaca, menulis, dan berhitung semakin baik dan berkembang
    Perkembangan pendidikan anak SD telah berkembang lebih lebih baik karena telah diajarkan sebelumnya selama mengikuti pendidikan di TK. Sedang untuk keterampilan kecepatan membaca pada anak akan lebih meningkat, Untuk perkembangan pendidikan anak SD ini kemampuan baca akan terus mengalami peningkatan selama proses belajar. Untuk ketrampilan menulis berkembang seiring dengan perkembangan membaca yang ditunjang dengan frekuensi belajar dan menulis anak. Sedang kemampuan berhitung akan semakin berkembang sejalan dengan jenjang pendidikan anak.

Demikian informasi tentang perkembangan pendidikan anak usia 6-13 tahun di SD. Semoga bermanfaat untuk anda sebagai tolok ukur perkembangan pendidikan anak pada rentang usia tersebut.